APAKAH ANDA BERSEDIA GABUNG DENGAN KEGIATAN ALUMNI SMPS TARAKANITA

Senin, 04 Mei 2009

pojok SMPS INDONESIA

Begini lho……..
Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya seperti teman-teman alumni smps tarakanita yang berwirausaha. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: “Sukses adalah hak saya” ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, “When there is a will, there is a way.” Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.

1. Amati.

Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru. Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!

2. Tirukan. Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai. Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.

3. Modifikasi. Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.

Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.

Hasil pertemuan 20 Juli 2008

Sekian banyak rekan-rekan alumni yang diundang, makanan dan snack yang disediakan bu ani cukup banyak tetapi pada tidak hadir. Sungguh suatu cerminan sikap yang tidak layak sebagai pelayan sosial sekaligus pengingkaran terhadap komitment dasar yang tidak etis apapun alasannya toh kenyataannya tidak hadir, apalagi untuk membicarakan strategi pengembangan alumni. Satu kesimpulan akhir dari pembicaraan hadirin (Ibu Ani, Pak Gunawan, Ibu Suli, Ibu Yuli dan pak Totok) adalah :

1. Tidak ada rasa percaya lagi dengan rekan-rekan maupun dalam kapasitas kelembagaan yang mengatasnamakan kegiatan alumni karena tidak ada bukti nyata komitmen dan pelayanannya.

2. Tumbuh metamorfose ide kreatif pelayanan baru dari para pamong dan alumni betul-betul punya komitment pelayanan mandiri (dengan uang sendiri) yang bisa dipercaya sebagai bentuk pengejawantahan kegiatan alumni pada kesungguhan hati untuk pelayanan sosial yang ditujukan kepada konstituen (alumni) maupun orang-orang disekitarnya (contohnya pelayanan yang dikembangkan Bpk Raji dkk dengan program pembuatan dan pemasaran tempe, pelayanan yang dikembangkan ibu ani dkk dengan program produksi kue kering, pelayanan yang dikembangkan pak totok dkk dengan program kerajinan edu toys, pelayanan yang dikembangkan oleh pak wandy dengan produksi dan jualan tahu). Paling tidak setiap kegiatan walaupun sifatnya bisnis ataupun pelayanan murni tetapi paling tidak dapat menolong orang yang benar-benar membutuhkan secara ekonomi dimana setiap pelayanan mampu melibatkan 5 orang.

3. Uang sisa hasil pertemuan akbar masih tersimpan utuh ditempat ibu Suli Jumlahnya sekitar 3 juta lebih (hampir 4 jutaan) karena kepercayaan terhadap rekan-rekan sangat tipis maka uang tersebut akan dipercayakan pada kegiatan yang dirasakan urgen (modal pertemuan akbar mendatang atau dipinjamkan dalam jangka pendek untuk pelayanan produktif = non karitatif).

4. Dari hasil pertemuan yang kelihatannya muspro (sia-sia) kita cari hikmahnya pada akhirnya muncul kaukus baru bahwa pelayanan sosial kedepan tidak tergantung pada formalitas kelembagaan saja karena toh itu tidak menjamin apapun, namun kita akan mengakomodasikan berbagai kelompok yang adal dalam pelayanan sebagai sel pelayanan (Jaringan Kerja Pelayanan Alumni SMPS Tarakanita) yang sifatnya terbuka, tetapi ada pertemuan bila dirasakan perlu, masalah komunikasi bisa diatur karena semua sudah dimeja kerja sekretariat. Sekretariat definitif bisa dimana saja ditempat ibu Anik atau teman lainnya tetapi sarana komunikasi melalui web, email dan nomor telepon.

Ucapan terimakasih disampaikan juga untuk mas Agung, Pak Raji dan mBak Yuli yang rajin datang disekretariat alumni, maupun mas Gie (perwakilan Jakarta) yang meminta berbagai informasi untuk mendukung pelayanan sosial di jogjakarta.

warnasari

Konco-konco sing seneng moco tak aturi moco tulisanku sing mung koyo ngono kuwi, seru, kaku, keju, sithik njelehi di www.totokpramujito.wordpress.com kirim komentar boleh juga.

Terimakasihtemen-temen dari jauh (surabaya) hanya untuk mampir mipik email anyar dan menyempatkan diri menghubungi moderator saat ini tak realisir email yang anda pesan mung wae sedikit terlambat tidak

Terimakasih atas kunjungannya

seperti janji awal saya (biasa wong lanang rak ngono kuwi) ning janji itu tak tepati…… sah tak punya utang.

nunikdh@yahoo.com password berubah tanggal lahirmu, sasimu, sasimu (tahune ilang)

iindayati@yahoo.com password tanggal lahirmu, sasimu, tahunmu

dik_swandy@yahoo.com password tanggal lahirmu, sasimu, tahunmu

wis jelas to, aku seneng lho temen-temen kumpal-kumpul golek kaapikan, paseduluran lan iso roso pangroso. wis pamitan wae isih mulur sak jam mergo saking kangene. nah……. neng kene iki konco-konco ugo iso nerusake le podho sesambungan kanthi ayem tentrem. koyo ndeleng antenge segoro. gambare lagi podo ngopo kuwi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sidang pembaca yang budiman, anda dipoersilahkan memberi komentar seperlunya sebagai bentuk respons komunikasi.

Reuni Akbar 2008

Reuni Akbar 2008